Kendari, SultraNews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat dalam menuntaskan persoalan hunian tidak layak di wilayahnya. Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Pemerintah Provinsi Sultra mematok target ambisius untuk merampungkan rehabilitasi 1.000 unit rumah dalam kurun waktu hanya enam bulan.
Program ini menjadi bagian integral dari dukungan daerah terhadap program nasional pengadaan 3 juta rumah, yang menyasar 10 kabupaten di seluruh Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sultra, Martin Effendi Patulak, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat lonjakan signifikan pada alokasi anggaran perbaikan rumah. Hal ini dilakukan demi memastikan standar bangunan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kalau sebelumnya anggaran rehabilitasi rumah hanya sekitar Rp20 juta per unit, tahun ini dinaikkan menjadi Rp50 juta. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan sosial yang lebih optimal kepada masyarakat,” tegas Effendi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra mengucurkan total anggaran mencapai Rp50 miliar. Dana tersebut dibagi secara merata, di mana setiap kabupaten mendapatkan alokasi sebesar Rp5 miliar. Secara akumulatif, total dukungan pembangunan untuk setiap hunian mencapai nilai manfaat sekitar Rp100 juta per unit rumah.
Hingga saat ini, Martin Effendi Patulak menyebutkan enam kabupaten telah dipastikan masuk dalam daftar penerima manfaat, yakni:
1. Kabupaten Kolaka
2. Kabupaten Bombana
3. Kabupaten Konawe
4. Kabupaten Buton Selatan (Busel)
5. Kabupaten Buton Utara
6. Kabupaten Muna
Adapun lima kabupaten lainnya saat ini masih dalam tahap finalisasi proses penetapan administratif.
Menutup keterangannya, Martin Effendi Patulak menekankan bahwa efisiensi waktu menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan pengawasan yang ketat, ia optimis seribu rumah tersebut dapat segera dihuni oleh masyarakat sesuai jadwal.
“Kita targetkan pengerjaan bisa selesai dalam waktu enam bulan. Harapannya seluruh 1.000 unit rumah ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai peruntukannya,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi












