Kendari, SultraNews.com — Seorang wanita berinisial Y (23) harus mengalami pendarahan hebat pasca menggugurkan janin yang ia kandung atas permintaan sang kekasih, Selasa (16/12/2025).
Kekasih Y berinisial I merupakan pemuda asal Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. I diketahui meminta kekasihnya untuk menggugurkan janin yang dikandung Y hingga mengakibatkan pendarahan serius.
Y mengatakan awalnya ia berkenalan dengan I di media sosial (Medsos). Komunikasi terus berlanjut, hingga Y dan pria itu menjalin hubungan status pacaran.
Dengan status pacaran tersebut, keduanya pun memilih tinggal bersama di indekos selama enam bulan di sekitar Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.
Y belakangan menyadari bahwa dirinya hamil dengan perubahan kondisi tubuh yang tidak biasanya. Mengetahui Y sedang hamil, I kemudian meminta Y untuk menggugurkan janin yang sedang dikandungnya.
Sempat mendapat ancaman dari I, Y lalu mengindahkan permintaan I untuk menggugurkan janinnya dengan alasan takut ditinggalkan.
“Awal Oktober 2025, dia belikan obat untuk aborsi, saya dipaksa menggugurkan kandungan. Obatnya dipesan online lewat temannya. Dia suruh saya gugurkan karena takut orang tuanya tahu,” kata Y kepada awak media, Senin (15/12/2025).
Usai menggugurkan dengan obat aborsi yang dibeli kekasihnya itu, justru kondisi Y memburuk. Saat itu, I melarang Y untuk ke rumah sakit karena jika dibawa ke rumah sakit, perbuatan I akan ketahuan.
“Akhirnya saya pendarahan di dalam kamar. Darah itu dibersihkan oleh pacar saya dibantu tetangga kos,” terangnya.
Tak lama kemudian, orang tua I datang ke indekos anaknya, tepatnya pada Jumat, 12 Desember 2025 lalu. Y merasa senang dengan kedatangan orang tua I, berharap dirinya bisa dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
Namun harapan itu sirna setelah orang tua I mengambil barang-barang milik anaknya dan membawa pulang anaknya ke Konsel, meninggalkan Y sendirian.
“Orang tuanya datang, bukan saya yang dibawa ke rumah sakit, tapi I yang dibawa pulang. Barang-barangnya diambil, saya ditinggal sendiri di kamar kos,” tutur Y.
Nasib naas dialami Y karena I enggan mendampinginya saat dirawat. Y mengakui janin hasil hubungan gelapnya dengan I ia aborsi, hingga akhirnya dirinya harus dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kendari akibat pendarahan hebat.
Y masih berharap kekasihnya itu mau kembali dan bertanggung jawab. (Red.)













